DAERAH  

Bekali Siswa Tangkal Hoaks, KabarMalut dan Malut TV Gelar Edukasi Jurnalistik di SMAN 8 Ternate

Foto Bersama Siswa Siswi SMA Negeri 8 Kota Ternate dan Pemateri (Foto:KM)

TERNATE – Di tengah gempuran informasi digital yang tak terbendung, literasi media menjadi perisai utama bagi generasi muda. Menyadari hal tersebut, kolaborasi media kabarmalut.com dan Malut TV menyambangi SMA Negeri 8 Kota Ternate untuk menggelar pelatihan bertajuk “Pengenalan Jurnalistik dan Tangkal Hoaks,” yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh siswa.

Kegiatan ini menghadirkan dua jurnalis berpengalaman sebagai narasumber guna membedah seluk-beluk dunia informasi.

Sesi pertama dibuka oleh Firdaus Amar, jurnalis kabarmalut.com yang juga merupakan mantan jurnalis TV Nasional (tvOne) Maluku Utara. Dalam paparannya, Firdaus menekankan bahwa cara terbaik untuk menghindari berita bohong (hoaks) adalah dengan memahami bagaimana sebuah berita yang benar diproduksi.

“Siswa perlu tahu bedanya produk jurnalistik yang terverifikasi dengan sekadar informasi liar di media sosial. Dengan memahami kode etik dan kerja jurnalistik, kalian tidak akan mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya,” ujar Firdaus di hadapan para siswa.

Melanjutkan materi kedua, jurnalis senior Malut TV sekaligus eks jurnalis SCTV, Sawaludin Damopolii, menyoroti perilaku konsumsi media sosial di kalangan remaja. Ia mengingatkan bahwa teknologi adalah pisau bermata dua.

Sawaludin mengajak para siswa untuk lebih jeli dan kritis sebelum menekan tombol share. Menurutnya, ketidakmampuan memilah informasi di internet dapat membawa dampak negatif bagi psikologis maupun kehidupan sosial pelajar.

Langkah edukatif ini mendapat sambutan hangat dari Kepala SMA Negeri 8 Kota Ternate, Dra. Munira Assagaf, M.Pd. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada tim media yang telah peduli terhadap masa depan literasi para siswanya.

“Kami sangat berterima kasih. Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai benteng bagi anak didik kami agar tidak terjerumus dalam informasi yang berdampak buruk,” ungkap Munira.

Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik cita-cita bagi para siswa. “Siapa tahu, melalui pencerahan hari ini, ada siswa kami yang kelak tertarik dan terjun secara profesional ke dunia jurnalistik,” pungkasnya optimis. (Ds)